Judul : To Kill a Mockingbird
Pengarang : Harper Lee
Penerbit : Qanita (Mizan Grup)
Halaman : 553
Kehidupan Scout dan Jem Finch berubah total saat ayah mereka menjadi pembela seorang pemuda kulit hitam. Saat Atticus Finch membela seseorang yang diangap sampah masyarakat, kecaman pun datang dari seluruh penjuru kota. Di tengah terpaan masalah yang menimpa keluarganya, si kecil Scout belajar bahwa kehidupan tidak melulu hitam dan putih. Bahwa prasangka seringkali membutakan manusia. Dan bahwa keadilan tidak selalu bisa ditegakkan.
“ Luar biasa indah… karakter yang patut dikenang… “ – The New York Times
“ Karya besar Harper Lee – saya memilihnya sebagai novel favorit sepanjang masa – mengisahkan usaha seorang pengacara dalam membela tersangka-salah berkulit hitam dari sudut pandang anak gadisnya yang polos. ” – Oprah Winfrey
Itu baru beberapa komentar untuk novel fenomenal karya Harper Lee. Novel ini telah memenangi Pulitzer Award 1961, Anugrah Presidential Medal of Freedom 2007 dan The Highest Civilian Honor USA. Film yang diangkat dari novel ini juga dinobatkan sebagai Film Terbaik Sepanjang Masa untuk genre Drama Pengadilan versi The American Film Institute.
Diceritakan melalui sudut pandang seorang gadis berusia 8 tahun bernama Jean Louise Finch, tapi lebih sering dipanggil dengan nama Scout. Ia adalah anak dari pengacara terkenal di Maycomb, Alabama yang bernama Atticus Finch dan adik dari Jem Finch yang berusia 11 tahun. Scout yang tomboy, selalu ikut kemanapun kakaknya pergi. Jem dan Scout memiliki rasa ingin tahu serta tingkat keisengan yang sangat tinggi. Salah satu sasarannya yaitu Boo Radley, si tetangga misterius. Keisengan mereka menjadi berlipat saat kedatangan Dill disetiap musim panas. Mereka bertiga seperti tidak pernah kehilangan akal untuk memancing Boo Radley agar keluar rumah. Untungnya sang ayah sangat sabar dalam menghadapi kedua anaknya itu. Walaupun single parents, Atticus bisa membimbing anak-anaknya dengan baik. Sifatnya yang penyabar, bijaksana dan baik hati membuat kedua anaknya itu patuh dengan semua perintah Atticus. Kebiasaan Atticus setiap malam yaitu membacakan buku untuk Scout, hal ini sangat disukai Scout. Atticus sering berkata “ Belum waktunya cemas, Nak.” Untuk menenangkan kedua anaknya. Sebagai anak dari seorang pengacara, Jem dan Scout selalu tahu kasus-kasus yang sedang ditangani Atticus, ayahnya. Begitu juga saat Atticus menangani kasus Tom Robinson, pria berkulit hitam yang diduga memperkosa anak Mr. Ewell. Scout dan Jem selalu setia mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Tidak heran jika novel ini mendapat banyak penghargaan bahkan sudah pernah difilmkan. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari novel ini. Terutama tentang bagaimana menghargai perbedaan, tentang kasih saying, tentang kehidupan dimana warna kulit masih menjadi suatu permasalahan.
Sulit sekali membuat deskripsi untuk novel sebagus ini. Yang jelas saya sangat suka dengan semua yang ada di novel ini. Jika penasaran, silakan cari di toko buku karena sekarang sudah tersedia Gold Edition dengan cover baru :D
Ini dia sang pengarang fenomenal :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar